Sejarah

Sejarah

Perkembangan Disiplin Ilmu Teknik Industri

Disiplin Ilmu Teknik Industri pada awalnya dikembangkan oleh beberapa individu yang berusaha mencari metoda atau cara untuk meningkatkan produktivitas kerja melalui sistem kerja yang lebih efektif dan efisien dengan mengkaji interaksi kerja antara manusia dan mesin sebagai suatu sistem terintegrasi.

Lebih dari satu abad silam teori scientific management menghasilkan suatu paradigma baru ketika beranjak dari ekonomi agragris menuju ekonomi industri. Pada dasarnya prinsip-prinsip scientific management yang diterapkan melalui studi perancangan kerja, seperti work study dan work design masih tetap dilaksanakan oleh para sarjana teknik industri hingga saat ini, walaupun dilakukan dalam nuansa yang jauh berbeda. Pada hakekatnya sejarah perkembangan disiplin teknik industri erat kaitannya dengan disiplin teknik mesin, terutama yang berkaitan dengan sistem produksi. Perkembangan kegiatan industri dan teknologi pada akhirnya mendorong kebutuhan baru akan suatu disiplin yang mampu menangani sistem manufaktur secara luas. Sejalan dengan hal inilah disiplin teknik industri terus berkembang dan menjadi disiplin yang sangat dibutuhkan sejak era milenium kedua.

Industri memiliki pengertian yang sangat luas, dilihat dari segi keluarannya industri dapat dikelompokkan atas dua kategori yaitu industri yang menghasilkan produk (manufacture) dan industri jasa (service) yang tidak menghasilkan produk. Ditinjau dari aspek proses penambahan nilai tambah (added value), industri dibedakan atas industri dasar/hulu dan industri hilir. Industri hulu banyak berhadapan dengan persoalan-persoalan teknis, keluaran yang dihasilkan biasanya masih berupa bahan baku atau barang setengah jadi sebagai bahan masukkan bagi industri lainnya. Industri hilir lebih dekat kepada pemakai akhir (end-user), sehingga aspek yang paling menonjol pada industri ini adalah aspek-aspek ekonomis dan pemasaran. Selanjutnya, dalam memecahkan berbagai permasalahan industri, disiplin teknik industri selalu melihat dari dua sisi yaitu yang berkaitan dengan permasalahan teknis (engineering) dan non-teknis (ekonomis). Oleh karena itu wawasan ‘tekno-ekonomi’ akan selalu mewarnai perkembangan pendidikan Teknik Industri. Institute of Industrial Engineering – IIE mendefinisikan Teknik Industri sebagai berikut :

Industrial Engineering is concerned with the design, improvement and installation of integrated system of people, information, equipment, and energy. It draws upon specialized knowledge and skills in the mathematical, physical and social sciences, together with the principles and methods of analysis and design to specify predict and evaluate the results to be obtained from such system.

Perkembangan Program Studi Teknik Industri, Universitas Trisakti.

Program Studi Teknik Industri merupakan salah satu Program Studi yang bernaung dibawah Fakultas Teknologi Industri, Universitas Trisakti. Program Studi Teknik Industri berdiri atas dasar surat keputusan Kopertis Wilayah III No. 007/KOP/III/S/84 pada tanggal 17 Mei 1984. Status ‘Terdaftar’ diperoleh pada tahun 1987, berdasarkan surat keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 0827/0/1987. Empat tahun kemudian, dengan diterbitkannya SK Menteri Depdikbud No. 0643/0/1991, Program Studi Teknik Industri memperoleh status ‘Diakui’. Selanjutnya, pada tanggal 16 Agustus 1993, dengan SK Dirjen DIKTI No 494/DIKTI/Kep/1993 diperoleh status ‘Disamakan’.

Pada tahun 1998, sebagai hasil evaluasi lima tahun pertama yang dilakukan oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN), Program Studi Teknik Industri memperoleh Sertifikasi dengan Akreditasi A Plus (Pembina). Hal ini tertuang dalam SK BAN Perguruan Tinggi No. : 001/BAN-PT/Ak-1/VIII/1998, tertanggal 11 Agustus 1998. Berdasarkan hasil evaluasi lima tahun kedua yang dilakukan oleh BAN Perguruan Tinggi, Program Studi Teknik Industri memperoleh Sertifikasi dengan Akreditasi A (Sangat Baik). Hal ini tertuang dalam SK BAN Perguruan Tinggi No. 012/BAN-PT/Ak-1/S1/VII/2003, tertanggal 9 Juli 2003.  Pada tanggal 21 Agustus 2009, Program Studi Teknik Industri memperoleh Sertifikasi dengan Akreditasi A sebagai hasil evaluasi lima tahun ketiga yang dilakukan oleh BAN Perguruan Tinggi dan tertuang dalam SK BAN Perguruan Tinggi No. 009/BAN-PT/Ak-SURV-I/S1/VIII/2009, tertanggal 21 Agustus 2009.

Program studi Teknik Industri memperoleh Akreditasi A sebagai hasil evaluasi lima tahun keempat yang telah ditetapkan oleh BAN Perguruan Tinggi dan tercantum dalam SK BAN Perguruan Tinggi No. 199/SK/BAN-PT/AkSURV/S1/VII/2014, tertanggal 12 Juli 2014 dan berlaku sejak 13 Desember 2013 sampai dengan 13 Desember 2018. Program studi Teknik Industri memperoleh Akreditasi A yang telah ditetapkan oleh BAN Perguruan Tinggi dan tercantum dalam SK BAN Perguruan Tinggi No. 1613/SK/BAN-PT/Akred/S/VI/2018.. Saat ini Program studi Teknik Industri memperoleh Akreditasi Unggul yang telah ditetapkan oleh BAN Perguruan Tinggi dan tercantum dalam SK BAN Perguruan Tinggi No. 9147/SK/BAN-PT/Akred-Itnl/S/VI/2021, berlaku sejak 30 Juni 2021 sampai dengan 26 Juni 2024.

Program Studi Teknik Industri FTI Universitas Trisakti mendapatkan Akreditasi IABEE (Indonesian Acreditation Board for Engineering Eduation) Provisional berdasarkan SK IABEE No. 91/PII-IABEE/XII/2018. Saat ini Program Studi Teknik Industri FTI Universitas Trisakti mendapatkan Akreditasi internasional IABEE (Indonesian Acreditation Board for Engineering Eduation) General berdasarkan SK IABEE No. 27/PII-IABEE/III/2021. Berlaku sejak tanggal 18 Maret 2021 sampai dengan 31 Maret 2024.

Hingga akhir Semester Genap Tahun Akademik 2020/2021, Program Studi Teknik Industri, Universitas Trisakti telah memiliki alumni sebanyak  6560 orang, sedangkan mahasiswa yang terdaftar pada tahun 2020/2021 sebagai mahasiswa Program Studi Teknik Industri, saat ini berjumlah 595 mahasiswa.